Headlines News :

Mampir Sejenak Di KejuLasi

Catatan Oleh: Andy (Rang Mudo Bukik)

Mungkin dari tampilan sangat biasa dan sederhana, tapi tidak bagi ku, Dia Orang
Hebat.Mengenal beliau seperti mengangkat memoriku ke 10 tahun lalu bisa mengabdi untuk kampungku, tapi apalah daya berhenti sejenak. Berbeda dengan Pribadi hebat satu ini. Latarbelakang keilmuan di bidang Tek.Mesin, lahir sebagai sarjana dan magister dari ITB, sekarang mengabdikan hidup untuk kampung tercinta Lasi. Jauh dari bidang Peternakan tidak membuat dia patah arang untuk tetap memperjuangkan kehidupan masa lalunya sebagai anak seorang peternak sapi kelas kampung di
masa itu. Sekarang Susu, Keju, dan Kompos sudah berhasil beliau produksi.

Alhamdulillah, Allah pertemukan lagi aku dengan seorang guru kehidupan berikutnya.

Yang mau wisata Edukasi,
Disekitar Bukittinggi dan Agam Timur, yuk kunjungi. lassy dairy Farm di Lasi Tuo Kab.Agam

Tks keramahanmu di setiap kunjungan Uda Suhatril Sutan Rangkayo Basa .

Smoga berkah usahamu

Jika Anak Sekolah Terlalu Dini

Bu, anaknya sudah 4 tahun kok belum sekolah?

- ini jawabannya-

🌼🌿🌼🌿🌼🌿🌼🌿🌼🌿🌼🌿🌼🌿🌼🌿🌼

Jika Anak Sekolah Terlalu Dini
(Elly Risman, S. Psi)

1. Keyakinan umum...
* Otak anak usia dini seperti spons, artinya ini masa yg tepat untuk ditanamkan ilmu, agar anak tumbuh cerdas
* Semakin dini disekolahkan, otak anak semakin berkembang.

2. Sehingga...
Ada ortu yg menyekolahkan sedini mungkin, bahkan ada yg masuk prasekolah diusia 1,5-2 tahun.

3. Mari kita bercermin...
* Apakah kita begitu meyakini bahwa anak harus segera pintar agar siap menghadapi persaingan zaman?
* Apakah kita disiapkan mjd orang tua?
* Apakah memiliki bekal yang cukup dlm mengasuh?
* Bagaimana innerchild diri kita?

4. Betapa kita disiapkan untuk menjadi ahli namun tdk disiapkan jadi orangtua, shg tidak punya kesabaran & endurance utk jadi ortu.

5. Ilmu yg kita miliki untuk mengasuh pun serba tanggung.
Ilmu yg setengah-tengah, berujung pada false belief (keyakinan yg salah).
Sayangnya false belief ini dpt berubah menjadi societal false belief (keyakinan yg salah pd sekelompok orang).
Jika ortu tdk memiliki kemampuan berpikir (thinking skill) yg baik, false belief akibat ilmu yg serba tanggung itu jd pembenaran bersama atas keputusan kita yg keliru.

6. Pintar ada waktunya!
Karena yg berkembang adalah pusat perasaan, anak usia dini hrs jadi anak yg bahagia, bukan jd anak yg pintar!

7. Kita berpikir...
"Kan di sekolah belajarnya sambil bermain"
"Kan anak perlu belajar sosialisasi"
"Kan anak jd belajar berbagi & bermain bersama"
Padahal...
* Anak usia dini belum perlu belajar sosialisasi dg beragam orang
* Saat anak diusia dini, otak anak yg paling pesat berkembang adl pusat perasaannya, bukan pusat berpikirnya.

8. Di sekolah, kegiatan anak hanya bermain kok!
Taukah ayah bunda, permainan terbaik adalah tubuh ayah ibunya! Bermain dg ayah ibu jga menciptakan kelekatan. Misal: bermain peran, bermain pura-pura, muka jelek, petak umpet.

9. Di sekolah, mainan lebih lengkap.
Permainan paling kreatif adalah bermain tanpa mainan. Jangan batasi kreatifitas anak dg permainan yg siap pakai.
Contoh: karpet jadi mobil, panci jadi topi.

10. Di sekolah, anak belajar bersosialisasi & berbagi.
Anak <5 baru="" belajar="" bermain="" bersama-sama.="" bersama.="" bisa="" blm="" ia="" mereka="" p="" saatnya="" sosialisasi.="" th="">Bermain bersama-sama= bermain diwaktu & tempat yg sama namun tdk berbagi mainan yg sama (menggunakan mainan masing2)
Bermain bersama= bermain permainan yg membutuhkan berbagi mainan yg sama.

11. Di sekolah, anak belajar patuh pada aturan & mengikuti instruksi.
Aturan & instruksi perlu diterapkan setahap demi setahap. Jika di rumah ada aturan, di sekolah ada aturan, berapa banyak aturan yg harus anak ikuti? Apa yg dirasakan anak?
Analogi: Seorang anak <5 anak:="" aturan="" banyak="" beberapa="" berbagai="" berbakat="" di="" dia="" diajari="" dilatih="" dimasukkan="" dirasakan="" dlm="" instruktur="" itu="" ke="" memasak.="" memasak="" oleh="" p="" pusing="" sangat="" sekaligus.="" sekolah="" thn="" yg="">
12. Memasukkan sekolah anak terlalu dini, sama seperti menyemai benih kanker.
Kita tidak tahu kapan kanker akan muncul & dlm jenis apa.
Otaknya belum siap. Kita tidak pernah tahu kapan ia kehilangan motivasi belajar.
Semakin muda kita sekolahkan anak, semakin cepat pula ia mengalami BLAST (Bored Lonely Afraid-Angry Stress Tired).
anak yg mengalami BLAST, lebih rentan mjd pelaku & korban bullying, pornografi & kejahatan seksual.

13. Jika si adik ingin ikut kakaknya sekolah...
Sekolah itu bukan karena ikut-ikutan. Anak harus masuk masa teachable moment, krn memang ada anak yg mampu sekolah lebih cepat dr ketentuan umum yg berlaku. Ortu harus mampu mengendalikan keinginan anak. Kendali ada ditangan ortu, krn otak anak belum sempurna bersambungan.

14. Ciri anak memasuki masa teachable moment.
* Menunjukkan minat utk sekolah
* Minat tersebut bersifat menetap
* Jika kita beri kesempatan untuk bersekolah, ia menunjukkan kemampuannya.

15. Kapan sebaiknya anak masuk sekolah?
* TK A → usia 5 th
* TK B → usia 6 th
* SD → usia 7 th
Dibawah usia 5 th, anak tdk perlu bersekolah.

Kebutuhan anak 0-8 tahun adalah bermain & terbentuknya kelekatan.

Jangan kau cabut anak2 dari dunianya terlalu cepat, krn kau akan mendapatkan orang dewasa yg kekanakan.
 -Prof. Neil Postman, The Disappearance Childhood-

Sumber: Yayasan Kita & Buah Hati

YESI RAMLAN : BUNDO KANDUANG BUKITTINGGI TENGAH GIAT LESTARIKAN ADAT DAN BUDAYA

Laju modernisasi Kota Bukittinggi belum mampu menggerus nilai-nilai kearifan lokal yang dibangun oleh para pendahulunya. Bukittinggi yang dinaungi semangat adat, budaya dan agama ini masih mampu menjaga nilai-nilai istiadat yang masih terpelihara hingga saat ini.

Bukittinggi memang unik. Bukittinggi bukanlah kota yang tumbuh akibat dampak eksodus kependudukan maupun urbanisasi dari luar daerah. Namun Bukittinggi dibentuk oleh keberadaan para pemuka adat yang bijak dan berintelektual yang menanamkan tonggak adat dan budaya pada setiap sandi-sandi kehidupan masyarakatnya yang masih dapat dirasakan hingga saat ini.
FB_IMG_1473213981769Salah satu diantaranya yakni dengan keberadaan Bundo Kanduang di Bukittinggi. Mereka tetap eksis dan sangat dihargai keberadaannya. Bundo kanduang memberi warna tersendiri dirumah tangga, diberbagai acara dan prosesi adat, dalam pengambilan kebijakan termasuk ayomannya terhadap penyelenggaraan pemerintahan.
FB_IMG_1473214009697
FB_IMG_1473214023759Hal ini terus dilestarikan. Seiring dengan perkembangannya, bundo kanduang pun harus siap dengan konsep kekinianya. Dia harus modern dan memiliki wawasan luas diberbagai aspek.
Hal ini dilakukan Yesi Ramlan selaku penasehat bundo kanduang Kota Bukittinggi. Melalui motivasi dan dukungannya bundo kanduang Bukittinggi semakin eksis.
Dihadapan sekitar 70 orang bundo kanduang yang berasal dari kelurahan dan kecamatan rangkaian pembinaan bundo kanduang Kec. Guguk Panjang disampaikan materi pemakaian bermacam tingkuluak dengan Instruktur Bundo Rama Yati dari Komunitas Baju Basiba Padusi Minang.
FB_IMG_1473213985176Yesi Ramlan mengapresiasi ketanggapan dan kesiapan Kecamatan Guguk Panjang yang turut mengayomi para bundo kanduangnya. "Hal ini harus diteruskan secara rutin sebab para bundo kanduang kita ini adalah sosok pencipta generasi-generasi tangguh masa depan khususnya untuk Kota Bukittinggi", tutur Yesi.

Selaku pembina di wilayahnya Camat Guguk Panjang Drs.H.Nofrianto, CH, MM, tengah apik menggeliatkan berbagai event bagi masyarakatnya. "Kami sangat berkomitmen dan konsern terhadap upaya pelestarian adat dan budaya", ungkapnya.(Sumber: RI Bukittinggi)

Pemkab Agam Permudah Pembuatan KTP-el di Sekolah

Pemerintah Kabupaten Agam, mempermudah untuk membuat Kartu Tanda Penduduk-elektronik (KTP-el) bagi pelajar yang telah berusia diatas 17 tahun.
"Untuk pertama kali kita telah menyerahkan KTP-el kepada 108 siswa SLTA Negeri 2 Lubuk Basung dan diikuti oleh pelajar di sekolah lainya agar memiliki KTP-el," kata Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Agam, Misran di Lubuk Basung. Rabu.
Ia menjelaskan, program pembuatan KTP-el ini bertujuan agar setiap penduduk yang wajib KTP-el dapat segera mengurus hanya dengan menyerahkan foto copy kartu keluarga dan Akta Kelahiran. 
"Program pelayanan keliling masuk sekolah ini agar seluruh warga yang telah memiliki usia diatas 17 tahun memiliki KTP. Saat ini pencapaian target perekaman KTP-el di Kabupaten Agam sekitar 90 persen melebihi target nasional sebesar 88 persen," katanya.
Dari 519.00 penduduk Agam, wajib KTP di Agam sebanyak 373.244 orang dan 90 persen diantaranya atau sebanyak 335.017 sudah merekam.
Ini merupakan komitmen dari Bupati Agam Indra  Catri untuk mendorong lahirnya inovasi ini, program ini pertama kali dilaksanakan di Sumatera Barat khususnya di Kabupaten Agam, karena ini juga memudahkan pelayanan kepada masyarakat dimanapun mereka berada.
"Kita yakin, data perekaman dan pembuatan KTP-el bisa meningkat lebih tinggi lagi setiap bulannya," terangnya. (Sumber:AMC)

35 Kader PKK Nagari Ikuti Orientasi Program Toga

Sebanyak 35 orang tim pengerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) Nagari Batagak, Kecamatan Sungai Pua, Kabupaten Agam, mengikuti orientasi mengenai program tanaman obat keluarga (toga) di kantor nagari tersebut.
Ketua TP-PKK Kabupaten Agam, Ny. Vita Indra Catri, menyampaikan, kegiatan orientasi ini dilakukan secara berjenjang baik tingkat nagari, kecamatan dan kabupaten.
"Orientasi ini perlu dilaksanakan sebelum penilaian nagari tingkat provinsi. Selain itu, Nagari Batagak termasuk salah satu nagari percontohan dari empat nagari di Kabupaten Agam," katanya.
Untuk itu, kata Ny. Vita, melalui orientasi ini diharapkan dapat meningkatkan kualitas kader PKK di nagari serta meningkatkan kepedulian masyarakat untuk berpartisipasi aktif dalam membangun dan meningkatkan kesejahteraan keluarga melalui kegiatan PKK.

"Melalui kegiatan 10 program pokok PKK diharapkan akan memberikan dampak yang positif bagi masyarakat terutama keluarga," ujarnya
Oleh sebab itu, perlu ada keseriusan dan kebersamaan dalam melaksanakan program toga di wilayah ini, sehingga dapat meningkatkan wawasan, pengetahuan dan keterampilan tim penggerak PKK nagari dan jorong.
"Kita juga meminta kepada semua kader PKK agar dapat mencatat semua kegiatan, karena ini bisa menjadi laporan dan pertimbangan bagi tim saat penilai provinsi pada Desember 2016 nanti," katanya.
Sementara itu, Walinagari Batagak, Hendri Donand, mengucapkan terima kasih atas ditunjuknya Nagari Batagak sebagai nagari percontohan program tanaman toga di Kabupaten Agam.
"Program ini sangat luar biasa karena banyaknya partisipasi warga khususnya ibu rumah tangga sebagai kader PKK mengikuti  kegiatan itu," katanya. (Sumber:AMC)

Enam Perangkat Nagari Anam Koto Dilantik

Pj Walinagari Anam Koto Netti Hando, melantik enam perangkat nagari itu di aula kantor nagari setempat, Selasa (6/9).

Pada pelantikan tersebut dihadiri Camat IV Koto Rahmi Artati, Kua dan Bamus serta masyarakat setempat.
Netti menggatakan enam perangkat tersebut memangku jabatan Sekretaris Nagari, empat orang menjadi kasi dan kaur serta satu orang Kepala Jorong Jambak.
Nagari Sianok Anam Suku adalah nagari yang  pertama melaksanakan susunan  organisasi dan tata kerja (SOTK)  baru di Kecamatan  IV Koto, bahkan yang pertama melaksanakan atau memampang APBN nagari secara transparan di Agam dan  IV Koto khususnya.
Netti Hando beharap agar semua  perangkat bisa saling kerjasama, koordinasi dengan unsur yang terkait, jujur, disiplin dan saling menghargai serta mengutamakan sopan santun dalam melayani masyarakat. Jadikanlah perangkat yang melayani masyarakat bukan masyarakat yang melayani  perangkat. (Sumber:AMC)

KUNJUNGAN WAPRES DI BUKITTINGGI MEMBAWA BERKAH …….???

Nah, kehadiran Wakil Presiden Republik Indonesia, Jusuf Kalla ke Bukittinggi ternyata membawa berkah tersendiri bagi kota wisata ini. Hadir ke Bukittinggi dengan membawa gelar Doktor Honouris Causa (HC), Jusuf Kalla buka peluang Bukittinggi punya aset baru.
Disela-sela kunjungan kerjanya ke Sumatera Barat, Wapres sempatkan diri berkunjung dan menginap di Bukittinggi pada Senin (5/9). Beliau tak sendiri, jamuan makan malam di Kota Bukittinggi turut diramaikan oleh para walikota/bupati se Sumatera Barat.
Kendati terbatasnya waktu untuk berdialog dan berdiskusi bersama wapres, Walikota Bukittinggi Ramlan Nurmatias dan Wakilnya Irwandi tidak mau kehilangan momentum berharga  itu,  untuk membahas persoalan yang tak populer yakni Lapas.  Mungkin untuk sebagian daerah hal ini luput dari perhatian, namun Ramlan usung gagasan cemerlang terkait eks. penjara yang terlentak di Jalan Perintis Kemerdekaan itu.
Dari sumber yang dapat dipercaya, bahwa dalam percakapan singkat tersebut Ramlan menyampaikan kepada Wapres bahwa eks penjara tersebut seharusnya dapat dimanfaatkan dan dikelola dengan baik. Berbagai fasilitas umum dapat dibangun, namun hal ini terkendala dengan status kepemilikan tanah.
Sebagai salah satu item pendukung dari program prioritas Pemerintah Kota Bukittinggi Jusuf Kalla menganggap hal ini penting dan patut disegerakan. Tanpa berlama-lama melalui ponselnya, Jusuf Kalla langsung menghubungi Menteri Hukum dan HAM RI, Yasonna Laoli.
Jusuf Kalla sangat mendukung upaya tersebut. Terangnya, langkah yang harus dilakukan adalah mempersiapkan seluruh dokumen administrasi dan kelengkapan-kelengkapan pendukung lainnya.
Ia yakin apapun yang dilakukan Pemko selama untuk kepentingan masyarakat luas pasti akan mendapat dukungan dari Pemerintah Pusat. Baik dalam hal pendanaan program maupun proses penghibahan tanah ke Pemerintah Daerah.
Selang sehari kedatangan Wapres ke kota Jam Gadang ini, keesokan harinya Menteri Yasonna Laoli dengan didampingi Walikota Ramlan bersama Irwandi langsung meninjau lahan seluas lebih kurang 1,5 hektar tersebut
Yasonna mengungkapkan bahwa proses hibah tengah dikaji oleh Sekjen dan Dirjen Lapas. Sebab penjara tersebut sudah tidak berfungsi lagi dan letaknya juga berada di tengah-tengah kota. “Memang sudah sepatutnya lahan itu dihibahkan kepada Pemko Bukittinggi”, ujarnya. Jika hal ini terwujud tentu Pemko Bukittinggi dapat menata dan memanfaatkannya untuk menambah keindahan kota melalui aset berharga tersebut.
Kebanggaan bagi warga Bukittinggi melalui makan tangan walikota yang begitu komit untuk melakukan pembenahan,  sedikit demi sedikit telah  merubah wajah kota Bukittinggi ke tatanan yang lebih baik. Masih banyak pekerjaan rumah yang harus diselesaikan, lewat tangan dinginnya diproyeksikan Bukittinggi siap berlari dengan kemajuannya. (Sumber: RI Bukittinggi)
 

.

.

.

Support : Creating Website | Hutri | Rajo Production
Copyright © 2011. Hutri Jambak - All Rights Reserved
Template Created by Hutri Published by Rajo Production
Proudly powered by Rajo Prodution