HE-Sanggar seni “Parmatao Agam” binaan Disbudpar Kabupatena Agam dipercaya mewakili Sumbar pada acara paket khusus di TMII Jakarta, Sabtu mendatang, 26 Mei 2012.
Dalam acara tersebut “Parmato Agam” dipercaya membawakan Sendra Tari “Bujang Sambilan” merupakan cerita tentang asal mula terjadinya Danau Maninjau yang sangat popular sekali di Sumatera Barat khususnya Kabupaten Agam, yang mana dalam paket acara tersebut, selain menampilkan cerita, juga digabung dengan berbagai macam jenis seni dan budaya masayarakat minang, seperti tarian, silat, pasambahan, dendang dan lain-lain.
Menurut Yusman, Panitia dari Perwakilan Sumbar TMII yang datang langsung ke lokasi latihan didampingi oleh pihak Disbudpar kabupaten Agam, kenapa pada paket ini mengangkat sendra tari “Bujang Sambilan”.
“Hal ini dikarenakan Bujang sambilan sebuah cerita yang sangat menarik dan sangat familiar di Sumatera Barat, khususnya kabupaten Agam. Apa lagi Bujang sambilan adalah cerita awal terjadinya Danau maninjau, dan Danau maninjau itu sendiri objek pariwisata yang sangat terkenal di Sumatera Barat sampai ke manca Negara. Danau maninjau adalah salah satu objek wisata sumbar yang selalu sarat dikunjungi oleh para wisatawan baik local maupun manca Negara,” papar Yusman dengan senyuman.
Dijelaskan pula oleh Yusman, bahwa menurut agenda, acara ini akan dihadiri oleh Bupati Agam dan Gubernur Sumbar Irwan Prayitno. Pada acara gubernur Sumbar akan memberikan sambutan sekaligus membuka paket pertunjukan tersebut.
Yusman manambahkan, bahwa pengunjung yang menyaksikan acara tersebut selain dihadiri oleh para perantau Sumbar dan Kabupaten Agam, acara akan dinikmati juga oleh Duta-duta besar Negara sahabat yang berada di Indonesia yang diundang khusus oleh pihak panitia penyelenggara. “Jadi inilah momen yang sangat bagus bagi Sumbar untuk mempromosikan kepariwisataan di Sumbar kepada para duta besar tersebut”, ucapnya.
Oleh karena itu Yusman mengharapkan agar penampilan yang maksimal dari semua tim, sehingga nantinya pertunjukan tersebut betul-betul bisa dinikmatai oleh semua pengunjung yang hadir malam itu, dan betul-betul menjadi duta bagi seni, budaya dan pariwisata Sumatera barat.
Semntara itu pimpinan sanggar “Parmato Agam” Hidayat mengungkapkan rasa terima kasihnya atas kepercayaan Pemerintah Sumatera Barat melalui Disbudpar Kabupaten Agam untuk menampilkan paket tersebut.
Menyinggung soal alur cerita Hidayat menjelaskan “Dalam cerita ini mengisahkan “Kasiah Tak Sampai” antara Giran yang diperankan oleh Hutri dengan Sani yang diperankan oleh Vera.
Kisah cinta mereka terhalang karena tidak mendapat restu dari Bujang Sambilan yang notabene nya ternyata punya dendam lama terhadap Giran. Yang mirisnya, Giran dan Sani dituduh melakukan perbuatan terlarang sehingga mereka harus dibuang ke kawah gunuang tinjau yang kemudian menjadi danau dan bujang sambilan dikutuk menjadi ikan penghuni danau tersebut.
“Untuk penampilan tersebut, kami terus melakukan latihan secra kontiniu agar bisa menyuguhkan penampilan yang maksimal” ujar Hidayat. Kami berharap dukungan dan doa dari semua pihak demi kesuksesan penampilan kami nantinya, sehingga kami dapat mempersembahkan penampilan kami yang terbaik nantinya, pungkas Dayat.
Sumber: Sumbar Online (http://www.sumbaronline.com/berita-10223-sanggar-seni-parmato-agam-ikuti-acara-paket-khusus-di-tmii.html)
Dalam acara tersebut “Parmato Agam” dipercaya membawakan Sendra Tari “Bujang Sambilan” merupakan cerita tentang asal mula terjadinya Danau Maninjau yang sangat popular sekali di Sumatera Barat khususnya Kabupaten Agam, yang mana dalam paket acara tersebut, selain menampilkan cerita, juga digabung dengan berbagai macam jenis seni dan budaya masayarakat minang, seperti tarian, silat, pasambahan, dendang dan lain-lain.
Menurut Yusman, Panitia dari Perwakilan Sumbar TMII yang datang langsung ke lokasi latihan didampingi oleh pihak Disbudpar kabupaten Agam, kenapa pada paket ini mengangkat sendra tari “Bujang Sambilan”.
“Hal ini dikarenakan Bujang sambilan sebuah cerita yang sangat menarik dan sangat familiar di Sumatera Barat, khususnya kabupaten Agam. Apa lagi Bujang sambilan adalah cerita awal terjadinya Danau maninjau, dan Danau maninjau itu sendiri objek pariwisata yang sangat terkenal di Sumatera Barat sampai ke manca Negara. Danau maninjau adalah salah satu objek wisata sumbar yang selalu sarat dikunjungi oleh para wisatawan baik local maupun manca Negara,” papar Yusman dengan senyuman.
Dijelaskan pula oleh Yusman, bahwa menurut agenda, acara ini akan dihadiri oleh Bupati Agam dan Gubernur Sumbar Irwan Prayitno. Pada acara gubernur Sumbar akan memberikan sambutan sekaligus membuka paket pertunjukan tersebut.
Yusman manambahkan, bahwa pengunjung yang menyaksikan acara tersebut selain dihadiri oleh para perantau Sumbar dan Kabupaten Agam, acara akan dinikmati juga oleh Duta-duta besar Negara sahabat yang berada di Indonesia yang diundang khusus oleh pihak panitia penyelenggara. “Jadi inilah momen yang sangat bagus bagi Sumbar untuk mempromosikan kepariwisataan di Sumbar kepada para duta besar tersebut”, ucapnya.
Oleh karena itu Yusman mengharapkan agar penampilan yang maksimal dari semua tim, sehingga nantinya pertunjukan tersebut betul-betul bisa dinikmatai oleh semua pengunjung yang hadir malam itu, dan betul-betul menjadi duta bagi seni, budaya dan pariwisata Sumatera barat.
Semntara itu pimpinan sanggar “Parmato Agam” Hidayat mengungkapkan rasa terima kasihnya atas kepercayaan Pemerintah Sumatera Barat melalui Disbudpar Kabupaten Agam untuk menampilkan paket tersebut.
Menyinggung soal alur cerita Hidayat menjelaskan “Dalam cerita ini mengisahkan “Kasiah Tak Sampai” antara Giran yang diperankan oleh Hutri dengan Sani yang diperankan oleh Vera.
Kisah cinta mereka terhalang karena tidak mendapat restu dari Bujang Sambilan yang notabene nya ternyata punya dendam lama terhadap Giran. Yang mirisnya, Giran dan Sani dituduh melakukan perbuatan terlarang sehingga mereka harus dibuang ke kawah gunuang tinjau yang kemudian menjadi danau dan bujang sambilan dikutuk menjadi ikan penghuni danau tersebut.
“Untuk penampilan tersebut, kami terus melakukan latihan secra kontiniu agar bisa menyuguhkan penampilan yang maksimal” ujar Hidayat. Kami berharap dukungan dan doa dari semua pihak demi kesuksesan penampilan kami nantinya, sehingga kami dapat mempersembahkan penampilan kami yang terbaik nantinya, pungkas Dayat.
Sumber: Sumbar Online (http://www.sumbaronline.com/berita-10223-sanggar-seni-parmato-agam-ikuti-acara-paket-khusus-di-tmii.html)
Beranda

Posting Komentar