Rabu, 12 Juni 2013 - 09:36:12 WIB
AGAM, SO -- Melalui perjuangan keras, akhirnya Hutri berhasil memperoleh gelar Akademik “Sarjana Hukum” (SH) dari Fakultas Hukum Universitas Muhammadiyah Sumatera Barat (UMSB) yang dikukuhkan di hotel Inna Muara Padang pada bulan Mei lalu.
Siapakah Hutri itu? Ternyata tidak banyak yang tahu bahwa sebelum memperoleh gelar tersebut dia telah melalui banyak liku perjalanan hidup. Ya Hutri, sosok pria sederhana, sesederhana namanya yang yang hanya terdiri dari lima huruf ini, rupanya memiliki kesibukan dan perjuangan tidak sesederhana namanya.
Dalam usianya yang masih sangat terlalui muda, ternyata sudah begitu banyak pengalaman hidup yang dijalani oleh pria kelahiran 17 Agustus ini. Untuk meraih gelar sarjana baginya bukanlah semudah orang-orang “berada” lainnya tapi butuh perjuangan.
Bagi Hutri, prestasi dan karir di dunia entertainment bukanlah hal yang baru, semua bentuk kegiatan entertain dia jabani, mulai dari menyanyi, MC, Modeling, akting dan juga mahir dalam membawakan tarian tradisional Minangkabau, bahkan dia juga tercatat pernah memperkuat tim kafilah MTQ dan meperoleh penghargaan sebagai juara Terbaik Bintang Qasidah.
Kepiawaiannya serta multi telentnya dalam dunia entertain tersebut, telah menghantarkannya melanglang buana baik di tingkat lokal maupun internasional sebagai duta seni dalam mempromosikan seni dan budaya Minangkabau.
Dengan modal intelektual dan talenta yang dimilikinya, Hutri juga berhasil dinobatkan sebagai Duta Pariwisata Bujang Bukittinggi tahun 2006, dan juga Duta Pariwisata Sumbar 2006 lalu.
Selain sukses meniti karir di duni entertaiment, Hutri juga bisa membuktikan eksistensinya dalam dunia birokrasi yang saat ini tengah digelutinya.
Hutri yang saat ini tercatat sebagai salah seorang staf di Kantor Camat di Kabupaten Agam ini menjalani rutinitasnya dengan penuh tanggung jawab dan loyal. Pekerjaan yang dijalani dengan sepenuh hati dan diberi sentuhan kreativitas ini, tentunya membuat nama seorang Hutri sangat familiar dan tidak asing bagi para birokrat dan pejabat di lingkungan pemda Agam.
Kemahiran dalam dunia IT dan darah seni yang dimilikinya membuat dia dipercaya mengelola website media center di Kabupaten Agam. Disamping itu hobinya dalam menulis dan jurnalistik bisa kita lihat dari berbagai tulisannya yang dimuat di surat kabar dan media online di Sumatera Barat.
Satu hal yang sangat menarik dari sosok Hutri, meskipun sebegitu padatnya kegiatan dan rutinitasnya ternyata tidak mebuat dia menenggelamkan cita-citanya dalam dunia akademik.
Hal ini terbukti dia selalu menyempatkan waktu dalam menimba ilmu di bangku perkuliahan disela-sela seabreg rutinitasnya. Perjuangan yang dilakukan itu tidaklah sia-sia sehingga tepat 16 Mei 2013 lalu, Hutri berhak menyandang gelar Sarhana Hukum yang diberikan oleh Fakultas Hukum Universitas Muhammadiyah Sumatera Barat (UMSB)
Namun siapa sangka dibalik rutinitas dan prestasinya itu, ternyata Hutri juga mempunyai riwayat hidup sebagai salah seorang pedagang kaki lima. Menjalani hidup sebagai pedagang kaki lima dari pasar ke pasar (babelok.red) bukanlah sesuatu yang memalukan baginya.
Bahkan disetiap kesempatan Hutri justru dengan bangga menceritakan perjalanan hidupnya pernah sebagai pedagang kaki lima. Justru pengalaman itu selalu diingatnya agar tidak menjadi orang yang sombong dan seperti kacang lupa kulitnya.
“Ya, karena itulah pahit manis bagian dari kehidupan saya” ujarnya. Bahkan pengalaman sebagai pedagang kaki lima itu saya angkat menjadi salah satu lagu andalan di album lagu Minang yang sekarang sedang dirilisnya.
Bagi Hutri, apapun dan bagaimanapun keadaannya sekarang itu semata karena jasa-jasa orang sekeliling dan orang-orang yang pernah ada dalam kehidupannya.
“Saya jadi seperti sekarang bukan hanya karena saya sendiri, tapi karena jasa orang-orang yang telah mensupport dan membentuk saya” papar Hutri.
Lebih jauh pria yang mempunyai prinsip “Melakukan yang terbaik untuk orang lain bukan berarti kita melakukan kebaikan untuk orang tersebut, melainkan anda sedang menabung kebaikan untuk diri anda sendiri, hingga tiba saatnya dibutuhkan anda akan diberi kemudahan karena tabungan tersebut.” Selain itu kunci kesuksesan Hutri adalah “jangan pernah melupakan jasa dan budi baik seseorang, meskipun seberapa kecilnya”.
“Terima kasih Ya Allah atas rahmatmu yang berlimpah, terima kasih orang-orang tersayang dan orang-orang terdekat, dan terima kasih untuk suka duka kehidupan, hingga aku menjadi begini seperti sekarang ini” ujar Hutri, mengakhiri.
(Ditulis Oleh: Bima, Publish By: Sumbar Online, Edisi: Rabu, 12 Juni 2013)
AGAM, SO -- Melalui perjuangan keras, akhirnya Hutri berhasil memperoleh gelar Akademik “Sarjana Hukum” (SH) dari Fakultas Hukum Universitas Muhammadiyah Sumatera Barat (UMSB) yang dikukuhkan di hotel Inna Muara Padang pada bulan Mei lalu.
Siapakah Hutri itu? Ternyata tidak banyak yang tahu bahwa sebelum memperoleh gelar tersebut dia telah melalui banyak liku perjalanan hidup. Ya Hutri, sosok pria sederhana, sesederhana namanya yang yang hanya terdiri dari lima huruf ini, rupanya memiliki kesibukan dan perjuangan tidak sesederhana namanya.
Dalam usianya yang masih sangat terlalui muda, ternyata sudah begitu banyak pengalaman hidup yang dijalani oleh pria kelahiran 17 Agustus ini. Untuk meraih gelar sarjana baginya bukanlah semudah orang-orang “berada” lainnya tapi butuh perjuangan.
Bagi Hutri, prestasi dan karir di dunia entertainment bukanlah hal yang baru, semua bentuk kegiatan entertain dia jabani, mulai dari menyanyi, MC, Modeling, akting dan juga mahir dalam membawakan tarian tradisional Minangkabau, bahkan dia juga tercatat pernah memperkuat tim kafilah MTQ dan meperoleh penghargaan sebagai juara Terbaik Bintang Qasidah.
Kepiawaiannya serta multi telentnya dalam dunia entertain tersebut, telah menghantarkannya melanglang buana baik di tingkat lokal maupun internasional sebagai duta seni dalam mempromosikan seni dan budaya Minangkabau.
Dengan modal intelektual dan talenta yang dimilikinya, Hutri juga berhasil dinobatkan sebagai Duta Pariwisata Bujang Bukittinggi tahun 2006, dan juga Duta Pariwisata Sumbar 2006 lalu.
Selain sukses meniti karir di duni entertaiment, Hutri juga bisa membuktikan eksistensinya dalam dunia birokrasi yang saat ini tengah digelutinya.
Hutri yang saat ini tercatat sebagai salah seorang staf di Kantor Camat di Kabupaten Agam ini menjalani rutinitasnya dengan penuh tanggung jawab dan loyal. Pekerjaan yang dijalani dengan sepenuh hati dan diberi sentuhan kreativitas ini, tentunya membuat nama seorang Hutri sangat familiar dan tidak asing bagi para birokrat dan pejabat di lingkungan pemda Agam.
Kemahiran dalam dunia IT dan darah seni yang dimilikinya membuat dia dipercaya mengelola website media center di Kabupaten Agam. Disamping itu hobinya dalam menulis dan jurnalistik bisa kita lihat dari berbagai tulisannya yang dimuat di surat kabar dan media online di Sumatera Barat.
Satu hal yang sangat menarik dari sosok Hutri, meskipun sebegitu padatnya kegiatan dan rutinitasnya ternyata tidak mebuat dia menenggelamkan cita-citanya dalam dunia akademik.
Hal ini terbukti dia selalu menyempatkan waktu dalam menimba ilmu di bangku perkuliahan disela-sela seabreg rutinitasnya. Perjuangan yang dilakukan itu tidaklah sia-sia sehingga tepat 16 Mei 2013 lalu, Hutri berhak menyandang gelar Sarhana Hukum yang diberikan oleh Fakultas Hukum Universitas Muhammadiyah Sumatera Barat (UMSB)
Namun siapa sangka dibalik rutinitas dan prestasinya itu, ternyata Hutri juga mempunyai riwayat hidup sebagai salah seorang pedagang kaki lima. Menjalani hidup sebagai pedagang kaki lima dari pasar ke pasar (babelok.red) bukanlah sesuatu yang memalukan baginya.
Bahkan disetiap kesempatan Hutri justru dengan bangga menceritakan perjalanan hidupnya pernah sebagai pedagang kaki lima. Justru pengalaman itu selalu diingatnya agar tidak menjadi orang yang sombong dan seperti kacang lupa kulitnya.
“Ya, karena itulah pahit manis bagian dari kehidupan saya” ujarnya. Bahkan pengalaman sebagai pedagang kaki lima itu saya angkat menjadi salah satu lagu andalan di album lagu Minang yang sekarang sedang dirilisnya.
Bagi Hutri, apapun dan bagaimanapun keadaannya sekarang itu semata karena jasa-jasa orang sekeliling dan orang-orang yang pernah ada dalam kehidupannya.
“Saya jadi seperti sekarang bukan hanya karena saya sendiri, tapi karena jasa orang-orang yang telah mensupport dan membentuk saya” papar Hutri.
Lebih jauh pria yang mempunyai prinsip “Melakukan yang terbaik untuk orang lain bukan berarti kita melakukan kebaikan untuk orang tersebut, melainkan anda sedang menabung kebaikan untuk diri anda sendiri, hingga tiba saatnya dibutuhkan anda akan diberi kemudahan karena tabungan tersebut.” Selain itu kunci kesuksesan Hutri adalah “jangan pernah melupakan jasa dan budi baik seseorang, meskipun seberapa kecilnya”.
“Terima kasih Ya Allah atas rahmatmu yang berlimpah, terima kasih orang-orang tersayang dan orang-orang terdekat, dan terima kasih untuk suka duka kehidupan, hingga aku menjadi begini seperti sekarang ini” ujar Hutri, mengakhiri.
(Ditulis Oleh: Bima, Publish By: Sumbar Online, Edisi: Rabu, 12 Juni 2013)
Beranda

Posting Komentar