Pelukan,
sentuhan dan ciuman sebagai wujud cinta, penting untuk mematangkan otak
dan menciptakan hubungan antarsinap syaraf otak bayi.
Hormon “Ingin Selalu Kontak.” Oksitosin dikatakan
sebagai hormon cinta karena menciptakan perasaan keterikatan dan
membentuk hubungan dengan orang lain. Hormon ini dilepaskan saat
menyusui, memeluk dan orgasme. Dalam penelitian awal yang dikemukakan
dalam Journal Psychiatry, oksitosin dihubungkan dengan kemampuan untuk
mempertahankan hubungan interpersonal. Hormon ini menciptakan keinginan
untuk melakukan kontak lebih lanjut dengan orang yang dicintai dan
setiap pertemuan selanjutnya akan memicu keluarnya hormon oksitosin
sehingga Anda selalu diliputi rasa cinta. Penelitian oleh Universitas
Sydney juga menemukan oksitosin memperkuat memori terhadap hal-hal baik.
Buktikan cinta Anda. Jangan hanya berdiam diri memendam perasaan.
Ungkapkan cinta Anda pada anak, terlebih saat ia sudah bisa bicara.
Kata-kata cinta harus diucapkan berulang kali, dan Anda tak boleh bosan
bila anak berulang kali bertanya, “Ayah sayang aku nggak? Ibu sayang
nggak sama aku?” Anak-anak usia ini senang mendapat ungkapan cinta Anda:
• Peluk. “Mau peluk ibu dulu!” Seberapa sering anak Anda minta dipeluk?
Saat sedih ia minta dipeluk. Saat hendak berpisah dengan Anda, ia juga
minta dipeluk. Pelukan juga ampuh untuk menghentikan tantrum. Dari
pelukan, ia bisa merasakan cinta Anda. Untuk anak laki-laki, mungkin
Anda perlu bertanya lebih dahulu, “Maukah dipeluk Ibu?” Jangan sedih
bila jagoan Anda menolak. Mungkin ada temannya sedang bermain di rumah
Anda.
• Cium. Kebiasaan Anda yang satu ini memang sulit
dihilangkan. Sejak anak masih bayi, Anda sudah jutaan kali mendaratkan
kecupan gemas di pipi atau kecupan sayang di keningnya. Ciuman itu bukti
rasa sayang. Tapi, hindari memberikan ciuman sesudah anak melakukan
kesalahan karena ia akan mengartikan ciuman Anda sebagai dukungan atas
kesalahannya.
• Belai. Sama dengan memeluk dan mencium, membelai
juga untuk mengungkapkan rasa sayang, memberi rasa aman, memberi
dorongan dan empati. Belai kepalanya atau usap-usap tangan, kaki, atau
pundak. Saat anak sedang sedih, kesal, atau takut, jadikan belaian
menjadi cara untuk membuatnya tenang sekaligus tegar.
•
Bergandengan tangan menyusuri jalan menuju mini market bersama anak,
merupakan bahasa cinta bahwa Anda peduli akan keselamatannya. Bila dia
bertanya mengapa Anda selalu menggandengnya, katakan bahwa Anda sayang
padanya dan ingin agar ia aman.
• Ucapkan kata cinta langsung dengan
kalimat, “Ibu sayang kamu”, “Ibu cinta kamu.” Ungkapan secara verbal
ditangkap dengan mudah oleh anak bahwa Anda begitu menyayangi dan
mencintai dia. Perlahan, ia akan belajar mengungkapkan kata cinta atau
sayang pada orang yang dia sayangi.
• Memuji, mampu memberikan
motivasi dan harapan bagi anak dalam proses perkembangannya. Saat Anda
mengatakan, “Ibu bangga sama kamu karena mau membantu ibu. Ibu semakin
sayang sama kamu,” anak merekam pujian Anda dan ia menemukan ungkapan
rasa sayang pada dirinya.
sumber : Ayahbunda
Beranda

Posting Komentar