
BUKITTINGGI, HALUAN—Kiprah Hutri Jambak di industri
musik Minang boleh dibilang masih baru. Namun bergelut dengan dunia seni
bukanlah suatu hal yang asing bagi penyanyi minang muda berbakat ini.
Ya, lelaki tampan kelahiran Lasi, Kecamatan Canduang, Kabupaten Agam
ini, pernah menorehkan sejumlah prestasi membanggakan di bidang
seni. Penghargaan yang diraihnya itu adalah wujud eksistensinya di
dunia hiburan.
Diantaranya, Juara I Bintang Qasidah Kabupaten Agam tahun 2006, Juara I Pemilihan Duta Wisata Bujang jo Gadih Kota Bukittinggi dan finalis Duta Wisata Uda jo Uni tingkat Sumbar.
Tidak hanya itu, kepiawaian dan talentanya dalam dunia seni juga
mengantarkan ayah satu anak ini melanglang buana ke berbagai daerah.
Bahkan keluar negeri dalam rangka mempromosikan seni budaya Minangkabau.
“Meniti karir sebagai penyanyi Minang sudah dimulai sejak 2013 silam.
Meski baru 3 tahun, tapi Alhamdulillah telah mengeluarkan dua album,”
ujar Hutri Jambak saat ditemui Haluan pada kegiatan buka
bersama di kediaman Nora Zubir Entertainer Senior Bukittingi, di
Banto Laweh, Kelurahan Kayu Kubu, Kecamatan Guguk Panjang.
Lebih jauh Alumni Fakultas Hukum UMSB Bukittinggi ini mengatakan, 2
album yang telah dirilis dan sudah diedarkan itu yakni Album Dendang
Minang Special Jembatan Hati, Produksi Elta Record.
Dalam album ini, terdapat 10 tembang yang memikat hati dengan lagu unggulan ‘Alek Gadang Anak Nagari’ ciptaan Monisfar. Serta didukung 9 tembang lainnya yaitu, Pituah Ayah, Kaki
Limo, Sapasukuan, Alah Bakisa, Ratok Anak Dagang, Nasibnyo Atah,
Jungkek Patiang, Pantun Sibayang Diri dan Kampuang Maimbau.
Sedangkan album kedua, yaitu Album Dendang Mandayo bersama Paradise Record. Lagu unggulan di album kedua ini adalah Kureta Solok, Samo-samo Licin dan Bungo Anjalai.
Album kedua ini dikemas begitu apik dan maksimal oleh Paradise Record
sehingga album kedua ini dapat diterima dengan baik dan mampu
memberikan hiburan tersendiri bagi pendengar.
“Insya Allah, album ketiga segera menyusul dan segera pula diedarkan,”
ujar Hutri yang diamini oleh penyanyi minang lainnya, Rommy Tan.
Diakuinya, meniti karir di dunia hiburan bukanlah hal baru baginya.
Sejumlah kegiatan di dunia hiburan pernah dijalaninya, mulai dari MC,
modeling, lagu qasidah hingga lagu minang. Berkat eksistensi dan
kepiawaiannya didunia hiburan inilah, akhirnya ia dilirik oleh
sejumlah produser rekaman untuk merilis album.
Dikatakan, ketertarikannya di dunia hiburan, berawal dari
keikutsertaannnya pada festival-festival seni budaya dalam rangka
mempromosikan budaya daerah.
Namun bakat menyanyi sudah ada dalam dirinya. Dia sudah suka tampil
menyanyi sejak SD. Bakat menyanyi itu bukan turunan keluarga, tetapi
bakat alam yang ada dalam dirinya. Bakat itu terus diasah, hingga
akhirnya mampu melahirkan album rekaman.
“Berkat piawai bernyanyi, aku sudah mengunjungi berbagai kota di tanah
air, seperti Jakarta, Medan, Palembang, Lubuk Linggau, hingga ke
Malaysia untuk kegiatan show lagu minang dan festifal seni dan budaya
yang diundang oleh perantau minang,” katanya.
Tapi, Hutri Jambak tak hanya sukses di dunia hiburan, melainkan juga
sukses sebagai abdi negara. Saat ini, dia tercatat sebagai staf di
Kantor Camat Canduang, Kabupaten Agam. Disamping itu anak kelima dari
lima bersaudara ini juga dikenal memiliki kemahiran di bidang teknologi
dan informasi. (h/tot)
Sumber: Harian HALUAN
Beranda
Posting Komentar