Jumlah pasokan air yang disalurkan oleh PDAM Kota Bukittinggi dirasakan masih belum mampu memenuhi kebutuhan ditiap KK.
Kondisi PDAM terutama sekali pada jaringan distribusi (instalasi)
masih ditemui kebocoran akibat pipa PDAM yang sudah tidak muda lagi.
Kondisi tersebut membuat aliran produksi air untuk Bukittinggi yang
diambil dari daerah Sungai Tanang, Kabupaten Agam, banyak yang terbuang
dan tak sampai ke pelanggan.
Sementara untuk memenuhi kebutuhan ribuan pelanggan dibutuhkan
setidaknya 200-250 liter per detik. Sedangkan sumber air yang berasal di
daerah Sungai Tanang itu hanya rata-rata 100 liter per detik.
Sementara untuk memenuhi kebutuhan ribuan pelanggan dibutuhkan
setidaknya 200-250 liter per detik. Sedangkan sumber air yang berasal di
daerah Sungai Tanang itu hanya rata-rata 100 liter per detik.
Melalui kerja keras Walikota Bukittinggi, Ramlan Nurmatias lewat dukungan dana Dirjen Sumber Daya Air (SDA) Kementerian PU, upaya perbaikan terus dilakukan walau masih mengalami kendala teknis pada jaringan pipa yang berada pada ruas jalan nasional.
Menurut Walikota Bukittinggi Ramlan Nurmatias, berdasarkan rencana
awal untuk perbaikan pipa PDAM yang telah berumur lebih 48 tahun
tersebut mengalami hambatan. Hal ini dikarenakan, pipa yang membentang
sepanjang 27.8 km dari Nagari Cingkariang hingga ke simpang
kangkuang, Bukittinggi, ternyata berada di badan jalan nasional.
Perbaikan jaringan tetap dilakukan seiring dengan diupayakan
peningkatan debit pasokan air. “Saya sudah meninjau sumber air bersih di
Tabek Gadang. Target saya akhir 2018 persoalan air sudah harus selesai
di kota ini. Air bakunya 50 liter perdetik, kita akan tarik ke Belakang
Balok, disaring disana, dilakukan pembersihan, kita alirkan ke daerah
Birugo dan Tangah Jua. Kalau 50 liter perdetik, berarti sudah bisa
dialirkan untuk 5000 KK.” Ujar Ramlan saat apel gabungan di halaman
kantor walikota Bukittinggi. Senin (5/9)
“Saya juga telah melihat sumber air di Gulai Bancah, itu 1,5 liter
perdetik, dan mohon dukungan agar dapat dilakukan proses penyerahan
lahannya sesegera mungkin ke PDAM. Kalau itu terwujud, bisa dialiri
untuk 300 KK, kita bagi 150 KK utk siang hari dan 150 KK lagi untuk
malam hari”, tambahnya.
Walikota Bukittinggi ini menargetkan tahun 2018 akhir, permasalahan air bersih sudah harus tuntas dikota ini. (Sumber: RI Bukittinggi)
Beranda
Posting Komentar